+62 8111-55-22-70 customer@sectona.id

Blog Detail

Home Blog Detail

Hak Akses Admin Perbankan

Dengan tuntutan ekosistem yang dinamis dan ekspektasi pelanggan yang terus meningkat, industri finansial dan perbankan telah mengalami transformasi berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir.

Saat ini, sebagian besar industri telah banyak mengadopsi teknologi cloud untuk meningkatkan fleksibilitas, skalabilitas, dan efisiensi biaya. Infrastruktur berbasis cloud memungkinkan industri finansial untuk mengakses dan menganalisis data dalam jumlah besar secara real-time dan untuk memberikan layanan dan produk baru dengan lebih cepat.

Selain itu, mobile banking telah menjadi bagian vital dalam infrastruktur industri finansial. Dengan semakin banyaknya pelanggan yang menggunakan aplikasi mobile untuk mengelola akun mereka, transaksi pembayaran, dan pengunaan fitur keuangan saat bepergian, industri ini memiliki fokus dalam untuk mempermudah dan mengamankan pengguna selama menggunakan aplikasi mobile banking ini.

Meskipun praktik pengembangan yang cepat dan lingkungan IT terdistribusi meningkatkan efisiensi operasional, mereka juga menghadapi tantangan keamanan yang unik dan berbeda. Industri keuangan dan perbankan berurusan dengan informasi sensitif dalam jumlah besar, termasuk data pemegang kartu dan informasi pribadi pelanggan yang sangat rentan terhadap perlindungan data yang lemah dan ancaman pencurian data.

Di blog ini, kami membahas tantangan keamanan akses khusus dan operasional industri keuangan dan perbankan dan mengembangkan solusi untuk mengurangi tantangan ini.

Kondisi Keuangan dan Perbankan Saat Ini dan Infrastruktur Digitalnya – Tantangan Tantangan Operasional dan Keamanan Siber Arsitektur Keuangan dan Perbankan yang Kompleks

Institusi keuangan seringkali memiliki infrastruktur IT yang kompleks dengan berbagai sistem dan aplikasi yang memerlukan akses admin. Mengelola dan mengamankan akun admin ini merupakan tugas berat yang harus dilakukan dengan teliti.

Resiko Digital

Di era digital, keamanan siber di perbankan menjadi masalah utama karena bank memiliki titik permukaan serangan yang lebih besar seiring berkembangnya zaman dan teknologi. Sektor keuangan dan perbankan menjadi target utama kriminal digital yang disebabkan oleh tingkat sensitifnya data dan transaksi yang dimilikinya. Bank dan lembaga keuangan harus terus berinvestasi dalam solusi dan tindakan keamanan siber untuk melindungi dari kebocoran data, pencurian data, dan tindak penipuan.

Legalitas

Industri keuangan dan perbankan harus patuh terhadap regulasi yang ada, seperti PCI DSS, GLBA, dan SOX, yang mewajibkan seluruh industri tersebut untuk menerapkan kendali keamanan yang kuat dan memantau akses admin. Kepatuhan terhadap regulasi-regulasi ini dapat menguras biaya dan waktu yang besar, terutama ketika berhadapan dengan banyak kerangka kerja.

Ancaman Internal

Orang dalam, seperti ancaman oleh karyawan atau kontraktor, menimbulkan risiko yang signifikan bagi lembaga keuangan. Pihak-pihak ini mungkin menyalahgunakan akses admin mereka untuk mencuri data sensitif atau melakukan penipuan. Di sisi lain, human error berperan besar dalam mendukung serangan phishing dan masuknya malware/trojan. Mendeteksi dan mencegah ancaman ini memerlukan kendali keamanan yang mendalam, dengan pemantauan konstan, dan pelatihan karyawan.

Manajemen Vendor

Lembaga keuangan seringkali bekerja sama dengan vendor eksternal yang membutuhkan akses admin ke sistem dan aplikasi mereka. Mengelola dan mengamankan akses ini dapat menjadi tantangan, karena mengharuskan setiap vendor memiliki tingkat akses dan kendali keamanan yang sesuai.

Efisiensi Operasional

Salah satu tantangan yang dihadapi industri keuangan dan perbankan adalah memastikan bahwa keamanan diikuti selama praktik pengembangan perangkat lunak, dengan dampak minimal pada kecepatan dan ketangkasan pengembangan aplikasi.

Tantangan Keamanan Akses

Visibilitas dan Kontrol Terbatas

Seringkali, tim terdistribusi mengerjakan berbagai komponen aplikasi keuangan yang sama. Ini dapat menciptakan kesenjangan komunikasi dan inkonsistensi dalam konfigurasi keamanan, seperti pengaturan enkripsi dan aturan firewall. Selain itu, visibilitas terbatas atas pengembangan perangkat lunak dapat mengakibatkan sedikit atau tidak ada kemampuan pemantauan dan pelaporan serta kurangnya akuntabilitas keamanan.

Praktek Pemrogramman yang Tidak Aman

Praktik pemrogramman yang tidak aman mencakup hardcoding kredensial, tidak menerapkan protokol komunikasi yang aman seperti HTTPS, penggunaan ID sesi yang lemah, dan pengunaan potongan kode dan library yang tidak aman. Praktik ini dapat membuka titik lemah yang dapat dieksploitasi oleh pihak tidak berwenang, yang mengakibatkan serangan malware, akses tidak sah, dan pelanggaran regulasi.

Penilaian Risiko yang tidak memadai

Dengan fokus pada kecepatan, penilaian risiko keamanan terkadang dapat diabaikan atau diremehkan dalam SDLC. Hal ini dapat mengakibatkan aplikasi dipublikasikan dengan titik lemah yang dapat dieksploitasi dan titik tembus yang dapat dimanfaatkan penyerang untuk mendapatkan akses tidak sah ke data sensitif.

Kendali akses yang kurang

Kendali akses adalah seperangkat aturan dan kebijakan untuk mengatur akses pengguna ke sistem dan data perusahaan. Ketika kendali akses ini tidak dikonfigurasi dengan benar, ini dapat menyebabkan titik lemah keamanan. Dampak dari kontrol akses yang tidak tepat meliputi:

• Akses tidak sah

• Eskalasi Hak Admin

• Serangan Orang Dalam

• Pelanggaran Kepatuhan

Lalu, apa solusi yang dapat mengatasi semua tantangan tersebut?

Privileged Access Management (PAM)!

Manajemen Akses Admin (PAM)!

PAM dan Kelebihan Utamanya yang Membantu Mengatasi Tantangan yang Dihadapi Keuangan dan Perbankan

Karena jumlah pengguna yang meningkat meningkat, mengamankan akses ke akun admin sangat penting. Penerapan strategi Privileged Access Management (PAM) dapat memitigasi tantangan keamanan lembaga keuangan dan perbankan. Jadi, apa itu PAM?

Privilieged Access Management, atau PAM, adalah seperangkat kebijakan, prosedur, dan alat yang dirancang untuk mengelola dan mengamankan akses admin ke sistem dan data penting.

Berikut beberapa cara PAM dapat membantu sektor keuangan dan perbankan mengatasi tantangan keamanan siber:

1. Solusi Privileged Access Management (PAM) dapat membantu industri keuangan mengatasi kompleksitas lingkungan IT mereka dengan menyediakan manajemen tersentralisir dan kendali atas akun admin.

2. Manajemen Kata Sandi Otomatis: PAM dapat membantu melindungi dari ancaman keamanan digital dengan mengamankan akun-akun admin, yang seringkali menjadi sasaran penjahat dunia maya. PAM melindungi akun ini dengan menerapkan manajemen kata sandi yang kuat dengan brankas terenkripsi dan rotasi password berkala untuk mencegah penyusupan kredensial.

3. Manajemen Rahasia: Manajemen Rahasia DevOps membantu tim pengembangan dan operasi melindungi kredensial hardcode, password, dan kunci SSH dengan menyimpannya di brankas terpusat.

4. Mencapai Kepatuhan Cybersecurity: Industri keuangan dan perbankan dapat memperoleh manfaat besar dari solusi PAM karena mereka membantu memenuhi persyaratan peraturan terkait akses admin, seperti yang diuraikan dalam Payment Card Industry Data Security Standards (PCI DSS) dan Sarbanes-Oxley Act (SOX). PAM dapat memberikan kemampuan audit dan pembuatan laporan untuk menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi ini.

5. PAM dapat membantu sektor keuangan dan perbankan beradaptasi dengan disrupsi teknologi dengan menyediakan kerangka kerja yang aman untuk mengelola akses ke platform dan teknologi digital baru. Alat PAM dapat diintegrasikan dengan platform digital lainnya untuk memastikan akses yang aman dan sesuai ke sistem dan data penting.

6. Manajemen Siklus Hidup Akun Admin: Solusi PAM dapat membantu memudahkan pengelolaan akun admin, mengurangi beban staf IT dan meningkatkan efisiensi operasional.

7. Pemantauan Insiden Pengguna: Bukan hanya ancaman eksternal, solusi PAM juga dapat membantu mengurangi risiko ancaman orang dalam yang mengganggu sektor keuangan dan perbankan dengan menyediakan kontrol akses granular, pemantauan aktivitas, dan peringatan otomatis untuk aktivitas mencurigakan.

8. Keamanan Perangkat Jarak Jauh: Solusi PAM dapat membantu manajemen risiko vendor dengan menyediakan akses jarak jauh yang aman dan kemampuan untuk mencabut akses saat hubungan vendor berakhir.

Kesimpulan

Dengan banyaknya identitas pengguna admin, tugas keamanan dan manajemen akses menjadi sulit. Selain itu, manajemen akses admin manual tidak sejalan dengan praktik pengembangan aplikasi modern.

Jangan khawatir!

Sectona PAM adalah solusi komprehensif yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik industri keuangan dan perbankan. Alat ini dibangun dengan fitur mutakhir yang dapat disesuaikan yang kuat dan mudah diimplementasikan.

Dengan Sectona, Anda dapat mengamankan rahasia DevOps, menyimpan kredensial pengguna admin di brankas yang dibuat khusus, memantau aktivitas pengguna sepanjang waktu, mengamankan akses endpoint, dan banyak lagi.

Informasi

Legenda wisata, Ruko newton blok U12 no 1, Jl. transyogi km 6, Cileungsi , Gunung Putri, Bogor

customer@sectona.id

+62 8111-55-22-70

© Sectona.id. All Rights Reserved. Designed by PT. Tri Kreasi Mandiri Teknologi